25. Terbawa Arus. Peribahasa, Filosofi, dan Pepatah Sunda – Sama halnya dengan daerah lain, urang atau orang Sunda memiliki pepatah atau peribahasa yang dijadikan sebagai nasehat hidup yang disampaikan turun temurun melalui ucapan orang tua, seperti nenek atau kakek. Perlu diketahui orang Sunda dahulu (kuno) terkenal dengan istilah
PERIBAHASA - Kuiz. 1) Dua orang yang bersaudara tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan a) air dicencang tiada putus b) seperti kacang melupakan kulit c) seperti anjing dengan kucing d) bagai isi dengan kuku 2) Berikan peribahasa yang sama maksud atau hampir sama maksud dengan peribahasa berikut:-"Yang dikejar tak dapat, yang dikendong
Peribahasa ini mengajarkan bahwa segala hal yang terjadi pada kehidupan, pasti ada akibatnya, pemicunya, awal mula terjadinya. Tidak mungkin suatu hal bisa terjadi tanpa ada penyebabnya. Begitu pula dalam melakukan suatu tindakan, kita harus memahami bahwa segala hal yang kita lakukan akan memiliki konsekuensi atau akibat.
102. Luka di tangan nampak berdarah, luka di hati siapa tahu. Ertinya:~ Hanya diri orang itu sahaja yang tahu akan penderitaan atau kesedihannya. 103. Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Eritnya:~ Berapa susah kita melihat kesusahan orang lain, terlebih susah juga orang yang menderita kesusahan itu. 104. Seperti kain kasa di
Kekalahan yang belum memuaskan hati kepada pihak yang kalah. Alah limau oleh benalu. (benalu = tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di pohon lain). Orang yang lama dialahkan oleh orang yang baru. Alah mahu bertimbang enggan, cungkil merih akan pembayar. Tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji itu. (merih = pembuluh nafas.)
Bagai air di daun talas: tidak punya pendirian dan selalu berubah-ubah. 13. Bagai air dengan minyak: dua orang yang tidak mau bersatu. 14. Air susu dibalas air tuba: kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. 15. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna: berpikir dahulu sebelum berbuat sesuatu.
Ciri khas dari peribahasa perumpamaan adalah penggunaan kata seperti, bak, bagai, bagaikan. Berikut adalah contoh peribahasa perumpamaan: Bagai air di atas daun talas. (makna: orang yang tidak mempunyai pendirian, atau bingung.) Bagai anjing mengunyah tulang. (makna: orang yang marah) Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.
7 Peribahasa Suku Nias Ini Memotivasimu untuk Berusaha dan Rendah Hati. Tetap bersyukur dan jangan sombong, ya! #LokalIDN. Suku Nias menjadi salah satu suku yang memiliki keunikan sendiri di Indonesia. Bukan hanya panorama alam, budaya, atau keramahtamahan penduduknya yang menjadi nilai plus untuk suku dari Sumatra Utara ini.
Pada akhirnya, orang lain pun akan menerka seperti apa perasaan kita pada si dia. Apakah sekedar teman atau ingin lanjut ke tahap lebih serius. Situasi macam ini tergambar oleh peribahasa dalam laut boleh diajuk, dalam hati siapa yang tahu. Maksudnya, apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang tidak dapat kita ketahui. Kalau sudah begini
orang yang tidak tahu membezakan antara yang baik dengan yang buruk. orang yang berasa besar hati apabila mendapat sesuatu. 42. siapa makan lada, dialah
HTcnU3.